12.28.07
VERONA: Cerita Cinta Romeo dan Juliet
Berbicara tentang Verona, pastilah idak terlepas dari cerita cinta dari dua sejoli yang sangat terkenal di dunia, Romeo dan Juliet yang ditulis oleh W Shakespeare. Berkat cerita itu pula, Shakespeare mampu menjadikan Baca entri selengkapnya »
Hati-hati Makan Cokelat!
COKELAT memang nikmat. Tapi…
Apalagi banyak ahli kesehatan berpendapat makanan ini baik untuk kesehatan jantung. Namun hati-hati, resiko serangan jantung tetap mengintai para pelahap coklat.
Secara alami, makanan yang diolah dari buah Baca entri selengkapnya »
Senyuman di Hari Qurban
Ikut tersenyum,
bersyukur karena usiaku sampai juga pada Qurban tahun ini.
Meski baru mengenal sebuah rutinitas,
namun coba terus mendaki sampai punyak ma’rifat.
Bahwa qurban bukan sekedar menyemblih hewan,
menyimbahkan darah ke bumi
lebih dari itu
Berqurban jiwa raga
untuk penuhi titah langit
semata berharap ridha-Nya
Allah…
Untukmu di MAN 2 Kota Bandung
Ranum. Ceria. Segar. Polos. Energik,
Ah, entah apalagi kata yang pantas untuk menggambarkanmu. Berjuta warna yang mewarnai kehidupanmu. Mengingatkan aku betapa indahnya masa-masa bersamamu dulu. Betapa indahnya saat aku seperti engkau dahulu. Banyak teman. Banyak Baca entri selengkapnya »
12.19.07
Di Perjalanan…
Saat di perjalanan, aku sering memandang ke jalan dari kaca bis. Di jalan tol; begitu cekatannya sang sopir mengendalikan kendali mobil. Penuh kehati-hatian dan waspada.
Berseliweran kendaraan lain. Bahkan jaraknya hanya centi meter. Bayangkan jika sang sopir ngantuk atau melamun sebentar saja…
Bagaimana jika planet bumi ini hilang kendali….
atau Tuhan lengah…
12.18.07
Menyiasati Hidup
Salah satu sikap menyiasati hidup, adalah dengan menata segala perpaduan kita menjadi lebih baik. sebuah kepahitan dan kesulitan, bisa berubah menjadi kenikmatan dan kemudahan. Begitu juga sebaliknya, sebuah kesenangan dan kelapangan, bisa saja menjadi kesusahan dan kesempitan.
Tak perlu berdalih menyalahkan keadaan yang menghalangi kita dari amal-amal shalih. Kita hanya perlu siasat, dalam segala hal. Dalam hidup, berjuang, berdakwah dan dalam beribadah.
Ditepian Rindu
satu
Kutitipkan
kidung rindu kasmaran
pada setiap helaian nafas do’aku
Jika saatnya nanti
kau tetap yang kurindu…
Jangan pernah sangsikan
di sini s’lalu kujaga untukmu
kesucian cinta memutik
ditepian rindu,
kita memadu…
dua
…kutetap mengingatnya
ikrar cinta kita tempo hari
sayang, aku takan meninggalkanmu
meski kini kita jauh…
tiga
Di tangan ini
masih tersimpan rapi
pikulan amanahmu
jaga cinta kita
di manapun kanda berada…
dinda setia mentimu kembali
di tepian rindu…
empat
ingat aku harus segera pulang
aku ditunggumu
dirindumu
semakin lalai
semakin menjauh waktuku tiba di hadpmu
ah, amanah ini sayang
motivasiku…
demi wajah cantik yang sabar menanti
di tepian rindu
memadu…
Taman Sunyi
Tiada apapun yang kucari di sini
kecuali secuil harapan semu
gelak tawa-canda tak kurasa buatku bahagia
rasanya aku memang tersia
Luluh lunglai
langkah-langkah kecil yang kueja
sarat dengan redup hari
semakin membuatku tersunyi…
Detik demi detik tak pernah berpihak
apa terlalu jauh jarak kutempuh
nyatanya langkahku tak jua berhenti
di hadapanmu…
Di mana engkau harus kutuju
hingga waktu takan rela memisahkan lagi…
Setangkup Rindu
Padamu,
yang ada di sana
sungguh,
kuingin kembali pulang
‘tuk menyapamu
kar’na kuyakin di sini
masih ada setangkup rindu
yang utuh seperti dulu…
GERIMIS
Rin,
Saat malam turun perlahan
menjemput gerimis di sini
sunyi…senyap menikam
sendiri…
Angan melayang jauh bersama angin
mengepakan sayap-sayap rindu tak bertepi
menzarahimu,
berharap kutahu kabarmu kini…
(AH!) Sesalku:
“Mengapa kita harus selalu jauh…
mengusung sepinya hari
dalam gerimis ini…”
[bukankah sebelumnya aku
lelaki yang tidak pernah menangis hanya karena merindui]
[salut: ternyata kau bisa, Rin...]