12.08.07
Detik-detik Terakhir Saat Kita Harus Berpisah
Tak ada lagi suara
tak ada canda yang membahana
yang ada hanyalah isyarat
detakan hampa di dada…
sekian lama asa terbina
harus kikis disatu album kenangan
kebisuan entah apa maknanya
buat kita sadar bahwa hidup
memang fana…
Inilah detik-detik terakhir
saat kita harus berpisah…
Sahabat,
tataplah mataku
mungkin di sana akan kau temui
ungkapan hatiku,
Genggamlah tanganku,
mungkin kau akan merasakan hangatnya
kebersamaan kita dahulu…
Tak usah dibantah,
biarlah semua terjadi dengan Qodrat-Nya
biarlah kebisuan ini tetap terjaga
yang mungkin kelak untuk kita rindukan,
Jika ada sebait asa di jiwa
biarlah terangkai menjadi lirik-lirik lagu cinta
yang mungkin kelak kita dendangkan di lorong-lorong kesunyian;
Ya! Biarlah angin berhembus seperti biasa
Biarlah bumi terus berotasi…
Biarlah!
Karena kini,
kita telah kehilangan arti kebersamaan
tatapan tanpa harap
dekapan tanpa hangat
dan di simpang jalan ini,
kita melangkah sendiri-sendiri…
edef alfiritzie berkata,
Desember 8, 2007 pada 7:35 pm
oukeeeee bgt !!! aku suka ENDING dr puisi ini
Sasa berkata,
Desember 12, 2007 pada 2:42 am
hatiku jadi sedih baca puisi km….karna puisi ini seperti keadaan ku saat ini