12.08.07
Maut Mengintai di Gunung Gede Pangrango
Sejauh mata memandang, yang tampak hanyalah hamparan tanaman sayuran. Tidak terlihat pohon-pohon yang berfungsi sebagai pelindung dan penyerap air tertanam di tempat itu.
Begitulah kondisi Gunung Gede Pangrango, kini. Bencana dari gunung yang terletak di tiga kabupaten, yaitu Cianjur, Sukabumi dan Bogor, itu seperti tinggal menunggu waktu untuk menyergap. Apalagi curah Hujan sedang tinggi-tingginya sehingga longsor pun telah mengintip.
Tapi, tak banyak yang bisa dilakukan untuk merehabilitasi total lahan tersebut. Warga sekitar masih memanfaatkan lahan-lahan dengan menanami sayur-sayuran atau tanaman hortikultura.
Cuaca di daerah itu pun sangat panas dan sedikit gersang, sangat kontras dengan hawa gunung pada umumnya. “Habis mau bagaimana, hidup kami bergantung di sini,” kata Ujang, salah seorang penggarap lahan.
Dengan alasan itu pula pihak Balai Besar Tanaman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGP) tidak melakukan perbaikan (rehabilitasi) secara sekaligus. “Mereka menggantungkan hidupnya dengan bertani. Selain itu juga karena dana yang ada masih terbatas. Kami lakukan perbaikan secara bertahap dan pola masyarakat akan diganti,” kata Kepala Balai TNGP Bambang Sukamanto.
Sumber : Media Indonesia 7 Desember 2007 Hal.16