12.13.07

Terjebak Aliran Sesat, Mengapa?

Ditulis dalam Evaluasi diri pada 9:26 am oleh Indra Kosasih

Seolah tak pernah ada hentinya, bangsa Indonesia, khususnya kaum muslim digoncang dengan adanya isu aliran sesat sehingga mampu membuat kita semua resah, geram, prihatin, bahkan sangat lucu dibuatnya.

Kenapa?

sesat!

Karena memang merebaknya aliran-aliran tersebut seolah lelucon yang akan membuat negatif citra Islam itu sendiri. Lelucon, tentu saja kita sebut begitu karena kita meyakini Islam yang sempurna. Kita sangat yakin bahwa tidak akan ada lagi nabi maupun Rasul yang diutus Allah SWT. setelah Rasulullah SAW. Pun demikian halnya denga kitab suci Al-Qur’an telah disempurnakan; sudah tidak ada lagi keraguan di dalamnya.

Makanya lucu saat ada orang yang mengaku-ngaku sebagai nabi dan menyebutkan al-Qur’an sudah kehilangan ruhnya, dan lain sebagainya. Yang lebih lucu lagi, banyak aja orang-orang yang mau percaya dan mengikutinya.

Simak Firman Allah SWT. surat al-Ahzab ayat 40 berikut :

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari salah seorang lelaki di antara kamu, tetapi dia adalah rasul Allah dan penutup para Nabi. Dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

Coba deh renungkan sejenak!

Apakabar dengan keislaman kita? Jangan-jangan kita memang tidak sadar dengan keislaman sendiri? Selama ini memeluk Islam sekedar ikut-ikutan karena terlahir (kebetulan) dalam keluarga Islam?

Buktinya?

Ironis, seolah agama Islam hanya sebatas dokrin dan tradisi yang tidak memiliki alasan kuat untuk terus dipertahankan. Padahal iman dan agama ada sebagai jawaban dari eksistensi, dinamika dan problematika umat manusia.

Kenyataannya?

Baru aja di goncang oleh isu-isu aliran sesat yang merebak kita jadi goyang. Plin-plan, ragu; terlihatlah bahwa kita memang masih dangkal dan kosong dari komitmen keislaman yang hebat sebagimana seorang muslim yang sebenarnya.

Padahal,

Islam adalah agama yang mampu di pahami dan diyakini secara rasional sehingga menimbulkan ketenangan dalam hati dan sesuai dengan fitrah manusia.

Apa masih harus bingung?

Jika mau peduli terhadap keislaman pribadi, ni ye, coba deh luangkan waktu buat belajar agama. Jangan ilmu-ilmu duniaaa…melulu yang dipelajarinya. Soalnya pengetahuan agama pun tak kalah pentingnya. Ya ‘gak?ngaji

Ya… agar kita enggak kayak kerbau yang dicocok hidungnya. Agar fahamlah gitu. Kalau udah tahu ‘kan nanti bisa langsung diamalkan. Inget lho hidup ini bukan sekedar buat di dunia doang. Sadarilah itu. Hari depan ntu lebih panjang . Kekal!

Apakabar dengan kita? Sok atuh nunggu naon deui? ‘Kan ustadz banyak. Ulama banyak; (buat nanya-nanya dan belajar) Gak usah gengsi atau malu, kalo emang ngerasa butuh. Kalau memang yakin bahwa kita akan mati!

Tos ah….

Baca tulisan terkait dalam “Indonesia Butuh Peradaban Baru, Siapkan!”

“Islam nggak kebetulan kaleee!”

1 Komentar »

  1. Siu Elha berkata,

    saya justru bersyukur jika “kebetulan” dilahirkan dr komunitas Muslim, krn tak perlu menguras energi krn saya sudah “mencuri start”. Tapi saya tetep yakin bahwa tak ada “kebetulan” di dunia ini karena yang ada hanyalah Kebenaran Sejati…semangatttt


Tinggalkan sebuah Komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.