12.17.07
MENGENANG…
Di kampungku mana ada perpustakaan! Mau baca-baca buku pun susah sekali selain di perpustakaan
sekolah. Itulah yang membuat aku gereget untuk mendirikan perpustakaan di kampungku, Cianjur Selatan.
Hobi membacaku mulai terasa saat aku sudah bisa membaca. Waktu itu aku SD. Karena tidak adanya bacaan yang lain lagi maka aku membaca komik karya Tatang S. Petruk Gareng. Seru! Namun lama-lama aku bosan juga karena ceritanya gitu-gitu aja dan ‘ternyata jorok’.
Maka kelas 5 SD aku mulai berganti menu menjadi baca novel. Seperti Zorro. Dan yang paling berkesan sampai sekarang adalah novel cerita silatnya Bastian Tito, Wiro Sableng. Aku seka gambar Covernya. Apalagi waktu itu ada filmnya di RCTI. Aku paling tidak mau ketinggalan serialnya. Sayang, kini Bastian Tito sudah Tiada…padahal aku masih mengingat puisinya dalambuku ‘Wasiat Malaikat’ :
Sesungguhnya insan hidup terbatas![]()
hidupnya terbatas
dari tanah ke tanah
Namun mengapa manusia menjadi lupa
berlaku sombong
dan membusungkan dada…
Meski umumnya kisah-kisahnya terkesan aneh, namun bagiku ada manfaatnya. Karena novel itulah kesukaanku pada cerita fiksi tumbuh subur…
Semakin lama semakin meningkat lebih baik. Setelah di Bandung rasanya aku berada dalam syurganya buku. Sebab mau membaca buku apapun ada. Tinggal punya duitnya.
herr berkata,
Desember 19, 2007 pada 1:51 am
jadi inget masa SD dulu, suka baca komik petruk. tapi bener mas lama kelamaan jadi komik orang dewasa.