Desember 28, 2007

VERONA: Cerita Cinta Romeo dan Juliet

Posted in Cakrawala pada 8:53 am oleh Indra Kosasih

Berbicara tentang Verona, pastilah idak terlepas dari cerita cinta dari dua sejoli yang sangat terkenal di dunia, Romeo dan Juliet yang ditulis oleh W Shakespeare. Berkat cerita itu pula, Shakespeare mampu menjadikan Baca entri selengkapnya »

Hati-hati Makan Cokelat!

Posted in Berita pada 4:17 am oleh Indra Kosasih

COKELAT memang nikmat. Tapi…

Apalagi banyak ahli kesehatan berpendapat makanan ini baik untuk kesehatan jantung. Namun hati-hati, resiko serangan jantung tetap mengintai para pelahap coklat.

Secara alami, makanan yang diolah dari buah Baca entri selengkapnya »

Senyuman di Hari Qurban

Posted in Puisi pada 2:31 am oleh Indra Kosasih

Ikut tersenyum,

bersyukur karena usiaku sampai juga pada Qurban tahun ini.

Ikut Tersenyum

Meski baru mengenal sebuah rutinitas,

namun coba terus mendaki sampai punyak ma’rifat.

Bahwa qurban bukan sekedar menyemblih hewan,

menyimbahkan darah ke bumi

lebih dari itu

Berqurban jiwa raga

untuk penuhi titah langit

semata berharap ridha-Nya

Allah…

Untukmu di MAN 2 Kota Bandung

Posted in Curhat pada 1:55 am oleh Indra Kosasih

Ranum. Ceria. Segar. Polos. Energik,

Ah, entah apalagi kata yang pantas untuk menggambarkanmu. Berjuta warna yang mewarnai kehidupanmu. Mengingatkan aku betapa indahnya masa-masa bersamamu dulu. Betapa indahnya saat aku seperti engkau dahulu. Banyak teman. Banyak Baca entri selengkapnya »

Desember 19, 2007

Di Perjalanan…

Posted in Tafakur pada 8:32 am oleh Indra Kosasih

Saat di perjalanan, aku sering memandang ke jalan dari kaca bis. Di jalan tol; begitu cekatannya sang sopir mengendalikan kendali mobil. Penuh kehati-hatian dan waspada.

Berseliweran kendaraan lain. Bahkan jaraknya hanya centi meter. Bayangkan jika sang sopir ngantuk atau melamun sebentar saja…

Bagaimana jika planet bumi ini hilang kendali….

atau Tuhan lengah…

Desember 18, 2007

Menyiasati Hidup

Posted in Evaluasi diri pada 12:39 pm oleh Indra Kosasih

Salah satu sikap menyiasati hidup, adalah dengan menata segala perpaduan kita menjadi lebih baik. sebuah kepahitan dan kesulitan, bisa berubah menjadi kenikmatan dan kemudahan. Begitu juga sebaliknya, sebuah kesenangan dan kelapangan, bisa saja menjadi kesusahan dan kesempitan.

Tak perlu berdalih menyalahkan keadaan yang menghalangi kita dari amal-amal shalih. Kita hanya perlu siasat, dalam segala hal. Dalam hidup, berjuang, berdakwah dan dalam beribadah.

Ditepian Rindu

Posted in Puisi pada 12:25 pm oleh Indra Kosasih

satu

Kutitipkan

kidung rindu kasmaran

pada setiap helaian nafas do’aku

Jika saatnya nanti

kau tetap yang kurindu…

Jangan pernah sangsikan

di sini s’lalu kujaga untukmu

kesucian cinta memutik

ditepian rindu,

kita memadu…

dua

…kutetap mengingatnya

ikrar cinta kita tempo hari

sayang, aku takan meninggalkanmu

meski kini kita jauh…

tiga

Di tangan ini

masih tersimpan rapi

pikulan amanahmu

jaga cinta kita

di manapun kanda berada…

dinda setia mentimu kembali

di tepian rindu…

empat

ingat aku harus segera pulang

aku ditunggumu

dirindumu

semakin lalai

semakin menjauh waktuku tiba di hadpmu

ah, amanah ini sayang

motivasiku…

demi wajah cantik yang sabar menanti

di tepian rindu

memadu…

Taman Sunyi

Posted in Puisi pada 12:18 pm oleh Indra Kosasih

Tiada apapun yang kucari di sini

kecuali secuil harapan semu

 

gelak tawa-canda tak kurasa buatku bahagia

rasanya aku memang tersia

 

Luluh lunglai

langkah-langkah kecil yang kueja

sarat dengan redup hari

semakin membuatku tersunyi…

 

Detik demi detik tak pernah berpihak

apa terlalu jauh jarak kutempuh 

nyatanya langkahku tak jua berhenti

di hadapanmu… 

 

Di mana engkau harus kutuju

hingga waktu takan rela memisahkan lagi…

Setangkup Rindu

Posted in Puisi pada 12:02 pm oleh Indra Kosasih

Padamu,

yang ada di sana

sungguh,

kuingin kembali pulang

‘tuk menyapamu

kar’na kuyakin di sini

masih ada setangkup rindu

yang utuh seperti dulu…

GERIMIS

Posted in Puisi pada 11:59 am oleh Indra Kosasih

Rin,

Saat malam turun perlahan

menjemput gerimis di sini

sunyi…senyap menikam

sendiri…

Angan melayang jauh bersama angin

mengepakan sayap-sayap rindu tak bertepi

menzarahimu,

berharap kutahu kabarmu kini…

(AH!) Sesalku:

“Mengapa kita harus selalu jauh…

mengusung sepinya hari

dalam gerimis ini…”

[bukankah sebelumnya aku

lelaki yang tidak pernah menangis hanya karena merindui]

[salut: ternyata kau bisa, Rin…]

Laman berikutnya