Desember 28, 2007

Senyuman di Hari Qurban

Posted in Puisi pada 2:31 am oleh Indra Kosasih

Ikut tersenyum,

bersyukur karena usiaku sampai juga pada Qurban tahun ini.

Ikut Tersenyum

Meski baru mengenal sebuah rutinitas,

namun coba terus mendaki sampai punyak ma’rifat.

Bahwa qurban bukan sekedar menyemblih hewan,

menyimbahkan darah ke bumi

lebih dari itu

Berqurban jiwa raga

untuk penuhi titah langit

semata berharap ridha-Nya

Allah…

Iklan

Desember 18, 2007

Ditepian Rindu

Posted in Puisi pada 12:25 pm oleh Indra Kosasih

satu

Kutitipkan

kidung rindu kasmaran

pada setiap helaian nafas do’aku

Jika saatnya nanti

kau tetap yang kurindu…

Jangan pernah sangsikan

di sini s’lalu kujaga untukmu

kesucian cinta memutik

ditepian rindu,

kita memadu…

dua

…kutetap mengingatnya

ikrar cinta kita tempo hari

sayang, aku takan meninggalkanmu

meski kini kita jauh…

tiga

Di tangan ini

masih tersimpan rapi

pikulan amanahmu

jaga cinta kita

di manapun kanda berada…

dinda setia mentimu kembali

di tepian rindu…

empat

ingat aku harus segera pulang

aku ditunggumu

dirindumu

semakin lalai

semakin menjauh waktuku tiba di hadpmu

ah, amanah ini sayang

motivasiku…

demi wajah cantik yang sabar menanti

di tepian rindu

memadu…

Taman Sunyi

Posted in Puisi pada 12:18 pm oleh Indra Kosasih

Tiada apapun yang kucari di sini

kecuali secuil harapan semu

 

gelak tawa-canda tak kurasa buatku bahagia

rasanya aku memang tersia

 

Luluh lunglai

langkah-langkah kecil yang kueja

sarat dengan redup hari

semakin membuatku tersunyi…

 

Detik demi detik tak pernah berpihak

apa terlalu jauh jarak kutempuh 

nyatanya langkahku tak jua berhenti

di hadapanmu… 

 

Di mana engkau harus kutuju

hingga waktu takan rela memisahkan lagi…

Setangkup Rindu

Posted in Puisi pada 12:02 pm oleh Indra Kosasih

Padamu,

yang ada di sana

sungguh,

kuingin kembali pulang

‘tuk menyapamu

kar’na kuyakin di sini

masih ada setangkup rindu

yang utuh seperti dulu…

GERIMIS

Posted in Puisi pada 11:59 am oleh Indra Kosasih

Rin,

Saat malam turun perlahan

menjemput gerimis di sini

sunyi…senyap menikam

sendiri…

Angan melayang jauh bersama angin

mengepakan sayap-sayap rindu tak bertepi

menzarahimu,

berharap kutahu kabarmu kini…

(AH!) Sesalku:

“Mengapa kita harus selalu jauh…

mengusung sepinya hari

dalam gerimis ini…”

[bukankah sebelumnya aku

lelaki yang tidak pernah menangis hanya karena merindui]

[salut: ternyata kau bisa, Rin…]

Desember 9, 2007

Puspita Belia

Posted in Puisi pada 4:49 am oleh Indra Kosasih

Kutinggalkan Tasikmalaya yang damai

dalam sapuan rindu cintaku

mungkin kelak ada saat tepat

untukku kembali menyapamu…

Tasik,

kutitipkan puspita beliaku

jaga dan hiburlah gelisahnya

agar ia tak pernah terpojok dalam kepapaan

penantiannya,

Tasik,

damaikanku pula,

hening langkah sang musyafir

‘kan s’lalu rindui saat-saat bersamanya:

di pematang,

di antara hiruk pikuk

dan dalam kehangatan senyummu

kutitip puspita beliaku

Tasik,

Kutitipkan Puspita beliaku

dalam tautan aroma syurga-Mu…

dalam bait-bait Qalam suci-Mu…

di sini, Tasik…

Desember 8, 2007

Q-ta (?)

Posted in Puisi pada 8:53 am oleh Indra Kosasih

Di bawah atap ini

kita berteduh

berlindung dari terik dan hujanindonesiaku

bahkan dari hembusan angin yang mengusik

ketenangan…

Di atas lantai ini

kita berpijak

berburu waktu

menyulam rindu,

Pada ayun langkah kehidupan

kita ikatkan kemesraan

seharusnya ada rasa bertautan

saling jaga meski beda

Namun egoisme tak habis terkikis

oleh usia dan keadaan,

kita punya rasa

punya langkah sendiri,

Indonesia…

Detik-detik Terakhir Saat Kita Harus Berpisah

Posted in Puisi pada 1:10 am oleh Indra Kosasih

Tak ada lagi suara

tak ada canda yang membahana

yang ada hanyalah isyarat

detakan hampa di dada…

sekian lama asa terbina

harus kikis disatu album kenangan

kebisuan entah apa maknanya

buat kita sadar bahwa hidup

memang fana…

Inilah detik-detik terakhir

saat kita harus berpisah…

Sahabat,

tataplah mataku

mungkin di sana akan kau temui

ungkapan hatiku,

Genggamlah tanganku,

mungkin kau akan merasakan hangatnya

kebersamaan kita dahulu…

Tak usah dibantah,

biarlah semua terjadi dengan Qodrat-Nya

biarlah kebisuan ini tetap terjaga

yang mungkin kelak untuk kita rindukan,

Jika ada sebait asa di jiwa

biarlah terangkai menjadi lirik-lirik lagu cinta

yang mungkin kelak kita dendangkan di lorong-lorong kesunyian;

Ya! Biarlah angin berhembus seperti biasa

Biarlah bumi terus berotasi…

Biarlah!

Karena kini,

kita telah kehilangan arti kebersamaan

tatapan tanpa harap

dekapan tanpa hangat

dan di simpang jalan ini,

kita melangkah sendiri-sendiri…

Desember 6, 2007

Tunggu Aku…

Posted in Puisi pada 10:24 am oleh Indra Kosasih

Kau boleh melihat

keadaanku saat ini

namun aku yakin

punya harapan kelak

yang tak ‘kan pernah padam

walau selalu tersiram derasnya airmata

tak ‘kan luluh

meski terus dibakar bara dunia dan luka

“Tunggu Aku…”

‘kan kubuktikan makna cinta

yang pernah kutitipkan

mungkin tlah usang?

namun tetap kujaga di kedalaman

jiwa qudusku…

Rindu

Posted in Puisi pada 10:08 am oleh Indra Kosasih

Jika kudapat mengulang waktu,

ingin rasanya diri ini kembali

ke saat itu

saat dimana diriku begitu dekat-Mu

disaat kucurahkan seluruh cintaku

Mungkin ada penyesalan

tapi aku memang rindu pada-Mu

sempat terbersit di hati

mengapa tak dari dulu

Kau berikan cahaya ini

mengapa tak dari dulu

Kau ulurkan Tangan-Mu menjamahku

Sempat kumenangis karena keresahan dan bimbang diri

aku berdiri di tepian

tak tahu jalan yang harus kupilih

aku terseret langkah tertatih

dalam babak baru kehidupanku

aku menjadi manusia seutuhnya

manusia yang hanya inginkan Ridha-Mu

ya Allah…