Desember 17, 2007

KULIAH Bermodal DENGKUL?

Posted in True Story pada 4:01 am oleh Indra Kosasih

Masa iya sih bisa?

Begitu pertanyaan yang menggelayuti pikiran saya saat mendengar adanya informasi tentang Kuliah gratis. Orang seperti saya yang memang sangat pengen kuliah tentu saja langsung kepincut. Saya langsung cari informasi pastinya.

Dan ternyata…

Entar ceritanya diflash back dulu ya! aku

[He…he…he…jadi curhat nih…]

Latarnya kehidupan keluargaku memang sangat pas-pasan di kampung sana, Cianjur. Bapak saya hanya berprofesi sebagai buruh tani. Meski memang kami punya sebidang sawah dan kebun, hasilnya sekedar untuk menyambung hidup sehari-hari. Tidak kurang tak lebih. Tapi aku harus sekolah! Aku harus sekolah bagaimana pun keadaan yang menghimpit kami. Harus! [Bukan lagi ingin] Maka untuk mewujudkan semua itu aku mulai berusaha mencari peluang. Sekecil apapun peluang untuk sekolah tidak pernah aku sia-siakan. Maka laksanalah aku sekolah, Aliyah di MAN 2 Kota Bandung. Panjang sih ceritanya. Namun akan kupercepat saja ya. Sekolahku di Aliyah tersebut tanpa sepeser pun biaya dari ortu. Bingungkan? Yaitu tadi, modalku hanya dengkul, dan sedikit prestasi. Jadinya aku dapat beasiswa. Itu semua kurasakan memang pertolongan Allah dan juga usaha mengoptimalkan potensi yang Dibekalkan Allah padaku. Menulis.

Selepas Aliyah tahun 2007. Aku mencoba ikut SPMB dengan program beasiswa juga. Namun aku belum berhasil. Gagal dari SPMB dan Beasiswa Talent Scouting MHERE Unpad Bandung, tak lantas putus asa. Aku kembali pencari peluang. Aku harus kuliah! Begitu tekatku.ujian

kerja

Sempat terbersit di pikiran untuk bekerja dulu setahun. Namun bila memang ada peluang kenapa tidak? pikirku.

Dan di sinilah hikmahnya menjalin ukhuwah dengan sesama muslim. Aku memang dekat dengan guru matematikaku di Aliyah. Beliaulah yang memberi informasi adanya perguruan tinggi beasiswa. Di Jakarta, katanya. Tak apa. Aku coba daftar dan test. Masya Allah awalnya miris juga, karena ternyata perguruan tinggi ini Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), sedangkan backgroud ku di Aliyah adalah Bahasa (sastra). Gimana nih? Tak apa coba aja. Kenapa aku harus takut, toh semua ilmu milik Allah.

Maka aku coba. Dan akhirnya aku lulus testing dengan program beasiswa prestasi.

Kini aku kuliah. Aku berhasil duduk di bangku kuliah. Alhamdulillah. Sampai detik ini…dan seterusnya.

Pesanku;

Kawan, jangan berpikir prestasiku hebat. Aku biasa-biasa saja. Malah sebenarnya agak tidak nyambungkan dari kelas bahasa ke kelas ekonomi? Maka tiada alasan bagiku merasa hebat karena dasar ilmu ekonomi, akuntasi dan matematikku sangat di bawah. Yang jadi modalku hanya satu, YAKIN! Aku yakin mau belajar, gitu aja. Karena siapapun yang belajar pasti akan bisa. Tidak perlu pintar yang penting mengerti. Justru di sini hobiku bisa dikembangkan lagi. Aku melanjutkan menulis novelku. Membuat karikatur pun kulakoni; bahkan sudah dibukukan dalam 2 buku karya rektorku. Intinya, kita harus pandai-pandai memperkenalkan diri kita pada orang lain. Perlihatkan dan gali potensi yang ada. Karena itulah modal utama kita!

INGAT! Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mungkin kita punya kekurangan dalam suatu hal, namun yakini kita PASTI punya kelebihan dalam hal yang lain. Jangan terpaku pada satu hal apalagi membuat kita minder, putus asa dan tidak maju.

Kini saya sudah bisa kuliah di sini. Saya yakin teman-teman pun banyak yang senasib dengan saya (kurang mampu dalam hal ekonomi). Jangan putus harapan! Teruskan perjuangan. Cari celah dan manfaatkan bila sudah dapat. jika teman-teman kebetulan membaca kisah saya ini, itu merupakan peluang yang jangan disia-siakan. Karena saya akan memberikan alamat di mana teman-teman bisa menemui saya dan kuliah dengan beasiswa tersebut.kampusku

Klik situs ini: tnnews.wordpress.com Dan jangan lupa kabarkan kepada teman-teman yang lain karena ini merupakan kabar gembira.

Akhirnya, selamat berjuang meraih masa depan yang lebih baik.
Sungguh Allah tidak akan mengubah nasib kita sebelum kita sendiri yang mengubahnya. (QS. Ar-Ra’du:11)
KULIAH DENGAN MODAL DENGKUL?
“Apapun sebutannya jika ingin Sukses kita memang harus belajar Prihatin…”
Iklan